Skip to main content

Startup Indonesia Kalah Bersaing dalam Lomba, Apa Sebabnya?


Goers dan Modegi digadang-gadang sebagai representasi startup Indonesia di skala regional. Sebab, keduanya telah memenangkan lomba berskala nasional "Indonesia Next App 2.0".

Kompetisi itu digelar Telkomsel dan Samsung pada Agustus hingga September 2015 lalu. Tak berhenti sampai di situ, keduanya diboyong untuk unjuk gigi pada kompetisi skala regional bertajuk "Singtel Group-Samsung Regional Mobile App Challenge".

Goers dan Modegi harus bersaing dengan 12 startup unggulan asal Afrika (eCoach dan Companion), India (PHSS dan Super Receptionist), Thailand (FlowAccount dan Socialgiver), Filipina (IOTA dan JoomaJam), Australia (MyMic dan OTTO), serta Singapura )Ambi Climate dan AirFrov).

Setelah melewati proses bimbingan di Singapura dan pitching di Jakarta, perwakilan startup lokal harus menerima kekalahan.

Pada pengumuman hari Selasa (8/12/2015) di Hotel Fairmont, Jakarta, startup Thailand "Socialgiver" keluar sebagai pemenang. Sementara itu, startup Australia "OTTO" dinobatkan sebagai pemenang Samsung Innovation Award.

Seperti Apa "Karya Anak Bangsa" Itu?

Secara garis besar, Goers merupakan aplikasi pencari informasi hiburan sekaligus penjualan tiket konser.

"Kita mau bilang bahwa weekend tak harus selalu dihabiskan di mall. Banyak tempat menarik lainnya yang masih kurang terpublikasi," kata co-founder sekaligus COO Goers Niki Tsurayya, beberapa waktu lalu kepada Nextren.

Sementara itu, Modegi merupakan solusi Internet of Things (IoT) atas masalah listrik yang boros. Modegi menggabungkan hardware ke aplikasi smartphone lewat akses internet untuk otomatisasi penyetopan arus listrik yang tak terpakai.

Simpelnya, untuk menyalakan dan mematikan perangkat listrik seperti lampu, terminal, atau kabel penyalur daya, bisa dilakukan via smartphone.

Kekurangan Startup Indonesia

Menurut Presiden Direktur Telkomsel Ririek Adriansyah, startup lokal memiliki ide dan konsep yang solutif dan inovatif. Hanya saja, secara umum, ekosistem startup belum ditumbuhkan secara maksimal.

Untuk itu, Telkomsel berupaya mengembangkan ekosistem tersebut dari sektor teknis, yakni bimbingan dan dukungan jaringan yang mumpuni.

"Selain ini kami juga mengadakan NextDev yang kurang lebih beririsan. Intinya kami ingin membantu para pengembang startup dalam merealisasikan ide-idenya, terutama untuk mendukung implementasi SmartCity," kata dia.

Selain upaya dari Telkomsel, tantangan pertumbuhan ekosistem startup lokal yang kerap digemborkan adalah masalah regulasi, pendidikan teknologi dan pendanaan.

Sementara itu, menurut Direktur Utama Internasional Singtel, Mark Chong, pada dasarnya semua startup di setiap regional memiliki tantangan masing-masing. "Terlebih untuk pengembang muda, tentu akan banyak melakukan kesalahan. Tapi dari situ akan banyak pembelajaran," ia mengimbuhkan.

Tentu saja, untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, banyak pihak yang perlu dilibatkan untuk bekerja sama.

Comments

Popular posts from this blog

7 Hewan Langka yang Jarang Sekali Terlihat

Bumi merupakan tempat yang luas untuk menampung segala jenis makhluk hidup. Dari mulai si kasat mata amoeba, hingga paus biru yang paling besar paus biru. Saking luasnya, masih banyak bagian bumi yang belum terjamah. via: animalmozo.com Misteri dalamnya laut dan segitiga bermuda saja belum terpecahkan. Tak hanya itu, ternyata masih banyak spesies binatang yang baru saja ditemukan dan kurang diekspos karena jumlahnya terlalu sedikit. Yuk, dilihat! The goblin shark | via: animalmozo.com The Goblin Shark . Jika goblin benar-benar nyata, mungkin kamu akan merasa itu adalah makhluk yang aneh. Namun, bagaimana dengan perpaduan antara goblin dan hiu? Mimpi buruk! The Goblin Shark hidup di kedalaman lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut. Jadi, kita takkan mendapatkan masalah selama tak menyelam terlalu dalam. The panda ant| via: animalmozo.com The Panda Ant . Jangan salah, sebenarnya ini adalah lebah betina tanpa sayap, loh! Lebah memang memiliki banyak spesoes. Leb...

Android N Bakal Meluncur Juni 2016

Android 6.1, yang merupakan kelanjutan dari seri Marshmallow, diprediksi bakal meluncur pada Juni 2016 mendatang. Salah satu fitur andalannya adalah menambahkan kemampuan split screen pada gadget. Timeline yang dimaksud bertepatan dengan ajang Google I/O yang memang diselenggarakan setiap tahun. Namun belum jelas apa nama yang akan digunakan, apakah tetap Marshmallow atau berlanjut ke nama baru berawalan huruf "N". Seperti dilansir dari Phone Arena, Kamis (17/12/2015), rumor mengenai adanya fitur split screen diketahui dari tim Pixel C yang hadir di acara Ask Me Anything (AMA) milik Reddit. Saat itu, Director for Consumer Hardware Google, Andrew owers menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan Android N. Tepatnya, saat ini mereka mengerjakan pengembangan fitur split screen. Kendati demikian ada sejumlah rumor lain yang bertentangan dan berasumsi bahwa Android 6.1 akan tetap mencatut nama Marshmallow. Seperti diketahui, sepanjang riwayat Android, Google selalu me...

Kepala Buddha Ini Menyatu dengan Akar Pohon

Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Sebuah kepala patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung ini menjadi daya tarik tersendiri karena tidak ditemukan sisa bagian tubuh di sekitar pohon. (REUTERS/Jorge Silva) Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand Ayutthaya (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Bulan purnama terbit di belakang candi Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Kerajaan Ayutthaya terkenal dengan harta karun yang berlimpah dan memiliki banyak arca dan patung-patung Buddha. (REUTERS/Jorge Silva)