Skip to main content

Game Gratis, Developer Indonesia Merana


Game atau aplikasi gratisan terasa begitu memanjakan bagi pengguna smartphone. Tapi bagi developer yang membuatnya, justru fatal dan mematikan.

Pasalnya tim yang sehari-hari bekerja mengembangkan game serta aplikasi akan bergantung pada penjualan karyanya, tak sekadar jumlah download. Ketika pengguna ogah membayar, mereka pun harus memutar otak agar tetap bisa bertahan.

Sepenggal perjuangan bertahan hidup seperti itu sempat diceritakan oleh sejumlah developer yang hadir di ajang Google Developer Showcase Indonesia, Kamis (10/12/2015).

Diantaranya adalah co-founder Tebak Gambar, Iwanto Widyatri. Di satu sisi, game buatannya sangat populer, diunduh oleh lebih dari 7 juta pengguna. Di sisi lain mereka kesulitan mendapatkan pengguna yang mau mengucurkan rupiah sambil menikmati karya tersebut.

"Awalnya kami coba pancing dengan nyawa tambahan berbayar. Ternyata itu susah. Sekarang kami coba akali dengan menambahkan video ads. Jadi pengguna bisa mendapatkan nyawa tambahan dengan menonton video tersebut. Hasilnya lumayan, ada yang nonton," kisahnya.

Dari video iklan dan klik pada banner di dalam aplikasi buatannya itulah tim Tebak Gambar bisa mendapatkan dana untuk bertahan dan lanjut berkarya.

Kisah senada juga diungkap oleh CEO dan Founder Educa Studio, Andi Taru Nugroho. Pria yang sehari-hari tinggal di kota Salatiga itu mengaku mendapatkan kesulitan lebih besar karena genre yang ditekuni adalah edukasi.

Bila developer aplikasi dan game casual, misalnya media sosial atau Tebak Gambar bisa mengandalkan iklan dan jumlah download yang cukup besar, Educa Studio mesti punya strategi berbeda.

Menurut Andi game atau aplikasi edukasi tidak akan seheboh jenis casual. Dia sendiri mengakui jumlah download terbesarnya saat ini dicatatkan oleh dua aplikasi dengan total sekitar 4 juta pengguna.

Sementara itu, Educa Studio yang beroperasi sejak 2013 lalu sudah berkarya sebanyak lebih dari 200 judul game dan aplikasi pendidikan.

"Total kami mencatat ada sekitar 15 juta download dengan lebih dari 200 judul yang dibuat. Untuk pemasukan memang kami mengambil dari iklan, sekarang pakai platform AdMob," ujarnya.

"Kalau di mobile, kita bikin paid atau in app purchase tapi itu cuma 1 persen saja rata-ratanya. Jalan satu-satunya kami menggunakan iklan. Pakai AdMob karena bisa filtering untuk anak-anak, jadi tidak ada iklan yang aneh-aneh," imbuh Andi.

Selain kedua developer tersebut, Google Developers Showcase Indonesia juga dihadiri oleh Cofounder dan COO Touchten, Rokimas Soeharyo serta Founder dan CEO PicMix, Calvin Kizana.

Riset Google

Google juga turut mempublikasikan penelitiannya mengenai minat pengguna terhadap game serta aplikasi berbayar di acara yang sama.

Riset kerjasama dengan TNS Australia itu menemukan bahwa hanya 34 persen pengguna layanan mereka mau membayar. Kisaran harga termahal yang masih mau mereka beli adalah Rp 48 ribu.

Penelitian itu juga mengungkap bahwa saat ini sudah cukup banyak orang Indonesia, terutama di kota-kota besar, yang memiliki smartphone. Setidaknya 2 dari 5 orang Indonesia sudah menggenggam gadget tersebut, atau sekitar 43 persen.

Aplikasi yang paling banyak dibeli adalah games. Kategori selanjutnya yang populer dan dibeli oleh pengguna adalah aplikasi hiburan, produktivitas, utilitas serta majalah.

Comments

Popular posts from this blog

7 Hewan Langka yang Jarang Sekali Terlihat

Bumi merupakan tempat yang luas untuk menampung segala jenis makhluk hidup. Dari mulai si kasat mata amoeba, hingga paus biru yang paling besar paus biru. Saking luasnya, masih banyak bagian bumi yang belum terjamah. via: animalmozo.com Misteri dalamnya laut dan segitiga bermuda saja belum terpecahkan. Tak hanya itu, ternyata masih banyak spesies binatang yang baru saja ditemukan dan kurang diekspos karena jumlahnya terlalu sedikit. Yuk, dilihat! The goblin shark | via: animalmozo.com The Goblin Shark . Jika goblin benar-benar nyata, mungkin kamu akan merasa itu adalah makhluk yang aneh. Namun, bagaimana dengan perpaduan antara goblin dan hiu? Mimpi buruk! The Goblin Shark hidup di kedalaman lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut. Jadi, kita takkan mendapatkan masalah selama tak menyelam terlalu dalam. The panda ant| via: animalmozo.com The Panda Ant . Jangan salah, sebenarnya ini adalah lebah betina tanpa sayap, loh! Lebah memang memiliki banyak spesoes. Leb...

Android N Bakal Meluncur Juni 2016

Android 6.1, yang merupakan kelanjutan dari seri Marshmallow, diprediksi bakal meluncur pada Juni 2016 mendatang. Salah satu fitur andalannya adalah menambahkan kemampuan split screen pada gadget. Timeline yang dimaksud bertepatan dengan ajang Google I/O yang memang diselenggarakan setiap tahun. Namun belum jelas apa nama yang akan digunakan, apakah tetap Marshmallow atau berlanjut ke nama baru berawalan huruf "N". Seperti dilansir dari Phone Arena, Kamis (17/12/2015), rumor mengenai adanya fitur split screen diketahui dari tim Pixel C yang hadir di acara Ask Me Anything (AMA) milik Reddit. Saat itu, Director for Consumer Hardware Google, Andrew owers menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan Android N. Tepatnya, saat ini mereka mengerjakan pengembangan fitur split screen. Kendati demikian ada sejumlah rumor lain yang bertentangan dan berasumsi bahwa Android 6.1 akan tetap mencatut nama Marshmallow. Seperti diketahui, sepanjang riwayat Android, Google selalu me...

Kepala Buddha Ini Menyatu dengan Akar Pohon

Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Sebuah kepala patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung ini menjadi daya tarik tersendiri karena tidak ditemukan sisa bagian tubuh di sekitar pohon. (REUTERS/Jorge Silva) Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand Ayutthaya (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Bulan purnama terbit di belakang candi Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Kerajaan Ayutthaya terkenal dengan harta karun yang berlimpah dan memiliki banyak arca dan patung-patung Buddha. (REUTERS/Jorge Silva)