Skip to main content

Hati-hati dengan Tanda "Titik" Saat Chatting


Mengakhiri pesan singkat dengan tanda titik (.) memang benar dari segi aturan bahasa. Namun, tanda baca tersebut bisa bermakna negatif bagi penerima pesan.

Sebuah studi dari Binghamton University, AS, menunjukkan, tanda titik (.) pada pesan singkat mengisyaratkan ketidaktulusan atau sikap dingin dari sang pengirim pesan.

Hal ini menarik untuk ditelaah. Pasalnya, pada tulisan tangan, tanda titik (.) menjadi mutlak penyematannya. Jika tak ada tanda tersebut, kalimat dianggap belum berhenti.

Pun pada tulisan panjang seperti di blog atau di situs-situs berita online. Tanda titik (.) pada akhir kalimat adalah wajib dan tak bermakna negatif bagi pembacanya.

Lalu, kenapa maknanya bisa berbeda ketika dilakukan saat mengobrol lewat WhatsApp dan Line?

Dilaporkan LifeHacker, menurut hasil studi, obrolan chatting seyogyanya merepresentasikan percakapan langsung (face-to-face).

Berbeda dengan menulis berita, surat formal, karya sastra, atau blog, percakapan langsung seharusnya lebih santai dan informal. Penyematan tanda titik (.) pada obrolan chatting akan mengindikasikan obrolan yang formal dan serius.

Dengan kata lain, ada unsur sikap dingin, tak akrab, atau tak ramah di dalamnya. Misalnya saat mengirim pesan berisi "Ya baiklah".

Studi menunjukkan, saat menuliskan "Ya baiklah!", kesan hangat dan antusias akan muncul ketimbang menulis "Ya baiklah.".

"Ketika berbicara langsung, informasi emosional terpancar lewat tatapan mata, ekspresi wajah, nada suara, dan lainnya. Ketika dipindahkan ke ranah chatting, ekspresi-ekspresi itu diakomodir oleh emoji yang bisa menggambarkan mimik pengirim," kata pimpinan peneliti Celia Klin.

Maka, ketimbang dengan tanda titik (.), menutup pesan singkat pada WhatsApp atau Line lebih dianjurkan dengan emoji. Jika merasa kurang nyaman, sebaiknya enter pesan untuk mengindikasikan satu kalimat telah berhenti.

Menurut Klin, metode komunikasi pada pesan singkat penting untuk terus dikaji. Sebab bentuk komunikasi itu semakin mendominasi pola hubungan masyarakat modern.

Comments

Popular posts from this blog

7 Hewan Langka yang Jarang Sekali Terlihat

Bumi merupakan tempat yang luas untuk menampung segala jenis makhluk hidup. Dari mulai si kasat mata amoeba, hingga paus biru yang paling besar paus biru. Saking luasnya, masih banyak bagian bumi yang belum terjamah. via: animalmozo.com Misteri dalamnya laut dan segitiga bermuda saja belum terpecahkan. Tak hanya itu, ternyata masih banyak spesies binatang yang baru saja ditemukan dan kurang diekspos karena jumlahnya terlalu sedikit. Yuk, dilihat! The goblin shark | via: animalmozo.com The Goblin Shark . Jika goblin benar-benar nyata, mungkin kamu akan merasa itu adalah makhluk yang aneh. Namun, bagaimana dengan perpaduan antara goblin dan hiu? Mimpi buruk! The Goblin Shark hidup di kedalaman lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut. Jadi, kita takkan mendapatkan masalah selama tak menyelam terlalu dalam. The panda ant| via: animalmozo.com The Panda Ant . Jangan salah, sebenarnya ini adalah lebah betina tanpa sayap, loh! Lebah memang memiliki banyak spesoes. Leb...

Android N Bakal Meluncur Juni 2016

Android 6.1, yang merupakan kelanjutan dari seri Marshmallow, diprediksi bakal meluncur pada Juni 2016 mendatang. Salah satu fitur andalannya adalah menambahkan kemampuan split screen pada gadget. Timeline yang dimaksud bertepatan dengan ajang Google I/O yang memang diselenggarakan setiap tahun. Namun belum jelas apa nama yang akan digunakan, apakah tetap Marshmallow atau berlanjut ke nama baru berawalan huruf "N". Seperti dilansir dari Phone Arena, Kamis (17/12/2015), rumor mengenai adanya fitur split screen diketahui dari tim Pixel C yang hadir di acara Ask Me Anything (AMA) milik Reddit. Saat itu, Director for Consumer Hardware Google, Andrew owers menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan Android N. Tepatnya, saat ini mereka mengerjakan pengembangan fitur split screen. Kendati demikian ada sejumlah rumor lain yang bertentangan dan berasumsi bahwa Android 6.1 akan tetap mencatut nama Marshmallow. Seperti diketahui, sepanjang riwayat Android, Google selalu me...

Kepala Buddha Ini Menyatu dengan Akar Pohon

Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Sebuah kepala patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung ini menjadi daya tarik tersendiri karena tidak ditemukan sisa bagian tubuh di sekitar pohon. (REUTERS/Jorge Silva) Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand Ayutthaya (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Bulan purnama terbit di belakang candi Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Kerajaan Ayutthaya terkenal dengan harta karun yang berlimpah dan memiliki banyak arca dan patung-patung Buddha. (REUTERS/Jorge Silva)