Skip to main content

"Butiran Pasir" Bisa Deteksi Suhu, Tak Butuh Baterai


Tim peneliti dari Eindhoven University of Technology, Belanda, membuat chip sensor temperatur berukuran dua milimeter persegi. Beratnya kira-kira setara dengan berat sebutir pasir, kata tim peneliti.

Mereka juga mengklaim chip tersebut sebagai yang terkecil di dunia. Namun, daya tarik utamanya bukan dari segi ukuran.

Dilansir dari BGR, Kamis (10/12/2015), chip "pasir" itu bisa memproduksi energi dari gelombang radio yang digunakan pula untuk berkomunikasi via jaringan wireless.

Dengan begitu, tak diperlukan pengisian daya konvensional. Chip sensor tersebut bisa otomatis terisi dayanya lewat energi yang diproduksi otomatis.

Menurut kepala tim peneliti, Dr. Hao Gao, chip sensor godokan timnya bakal berperan penting pada perangkat elektronik di masa depan.

"Sensor ini berisi sebuah antena yang menangkap energi dari router. Energi itu disimpan digunakan untuk mengukur temperatur. Sensor juga mengirim signal ke router," begitu tertera pada penjelasan di blog University of Technology.

Selain fungsi utamanya mengukur temperatur, sensor mungil tersebut juga diklaim bisa digunakan untuk menciptakan sensor-sensor pengukuran lainnya. Misalnya sensor gerak, cahaya, kelembaban, dan sebagainya.

Untuk saat ini, sensor "kecil-kecil cabai rawit" masih dalam pengembangan. Belum diketahui kapan tim peneliti akan meluncurkannya secara komersil.

Comments

Popular posts from this blog

7 Hewan Langka yang Jarang Sekali Terlihat

Bumi merupakan tempat yang luas untuk menampung segala jenis makhluk hidup. Dari mulai si kasat mata amoeba, hingga paus biru yang paling besar paus biru. Saking luasnya, masih banyak bagian bumi yang belum terjamah. via: animalmozo.com Misteri dalamnya laut dan segitiga bermuda saja belum terpecahkan. Tak hanya itu, ternyata masih banyak spesies binatang yang baru saja ditemukan dan kurang diekspos karena jumlahnya terlalu sedikit. Yuk, dilihat! The goblin shark | via: animalmozo.com The Goblin Shark . Jika goblin benar-benar nyata, mungkin kamu akan merasa itu adalah makhluk yang aneh. Namun, bagaimana dengan perpaduan antara goblin dan hiu? Mimpi buruk! The Goblin Shark hidup di kedalaman lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut. Jadi, kita takkan mendapatkan masalah selama tak menyelam terlalu dalam. The panda ant| via: animalmozo.com The Panda Ant . Jangan salah, sebenarnya ini adalah lebah betina tanpa sayap, loh! Lebah memang memiliki banyak spesoes. Leb...

Android N Bakal Meluncur Juni 2016

Android 6.1, yang merupakan kelanjutan dari seri Marshmallow, diprediksi bakal meluncur pada Juni 2016 mendatang. Salah satu fitur andalannya adalah menambahkan kemampuan split screen pada gadget. Timeline yang dimaksud bertepatan dengan ajang Google I/O yang memang diselenggarakan setiap tahun. Namun belum jelas apa nama yang akan digunakan, apakah tetap Marshmallow atau berlanjut ke nama baru berawalan huruf "N". Seperti dilansir dari Phone Arena, Kamis (17/12/2015), rumor mengenai adanya fitur split screen diketahui dari tim Pixel C yang hadir di acara Ask Me Anything (AMA) milik Reddit. Saat itu, Director for Consumer Hardware Google, Andrew owers menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan Android N. Tepatnya, saat ini mereka mengerjakan pengembangan fitur split screen. Kendati demikian ada sejumlah rumor lain yang bertentangan dan berasumsi bahwa Android 6.1 akan tetap mencatut nama Marshmallow. Seperti diketahui, sepanjang riwayat Android, Google selalu me...

Kepala Buddha Ini Menyatu dengan Akar Pohon

Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Sebuah kepala patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung ini menjadi daya tarik tersendiri karena tidak ditemukan sisa bagian tubuh di sekitar pohon. (REUTERS/Jorge Silva) Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand Ayutthaya (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Bulan purnama terbit di belakang candi Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Kerajaan Ayutthaya terkenal dengan harta karun yang berlimpah dan memiliki banyak arca dan patung-patung Buddha. (REUTERS/Jorge Silva)