Skip to main content

Pertama di Indonesia, Google Launchpad Week Diikuti 13 Startup Lokal


Untuk pertama kalinya di Indonesia dan wilayah Asia Tenggara, Google mengadakan Launchpad Week, sebuah pekan khusus untuk startup tahap awal.

Launchpad Week adalah program pre-inkubasi selama satu minggu untuk startup tahap awal yang difokuskan pada strategi produk, UX dan UI, teknologi, pemasaran, pengembangan bisnis, dan ketrampilan presentasi.

Dengan kata lain, acara ini merupakan bootcamp bagi startup pemula. Selama 5 hari, peserta digembleng oleh para mentor untuk mendapatkan pengetahuan seputar dunia rintisan digital.

Di dunia internasional, Launchpad Week pernah diadakan di Jerman, Spanyol, Brasil, Perancis, Meksiko, India, dan Israel.

"Launchpad Week ini merupakan yang pertama di Indonesia, pertama di Asia Tenggara, dan negara Asia pertama setelah India. Semuanya serba pertama," ujar Erica Hanson, Developer Relations Program Manager Google dalam sambutannya di Jakarta, Jumat (13/11/2015).

Secara total, ada 13 startup terpilih untuk mengikuti ajang ini. Mereka dibimbing oleh lebih dari 30 mentor.

Ke-13 startup awal berasal dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. Startup yang mengikut kegiatan tersebut yaitu Obralindo, Paket ID, Lunasin, GoArchipelago, Elitics Technologies, LabConX, Qiimee, Veryfund, Rekreasy, Joobelee, GetVet, Rumah Bengkel, dan Asuransi 88.

"Para startup yang hadir di acara ini sudah disaring dari sekitar 140 startup awal yang mendaftar," kata Hanson.

Adapun para mentor berasal dari berbagai keahlian di bidang masing-masing. Selain dari Indonesia, ada beberapa mentor yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan India.

Acara Launchpad Week ini dikatakan tidak akan benar-benar usai saat acara berakhir. Nantinya, beberapa startup akan diundang untuk datang ke kantor Google Indonesia untuk mendapatkan beberapa pembekalan tambahan.

Google pun berjanji untuk kembali mengadakan acara ini di Indonesia.

"Kami akan kembali mengadakan acara Launchpad Week, mungkin di tahun 2016 mendatang," pungkas Hanson.

Comments

Popular posts from this blog

7 Hewan Langka yang Jarang Sekali Terlihat

Bumi merupakan tempat yang luas untuk menampung segala jenis makhluk hidup. Dari mulai si kasat mata amoeba, hingga paus biru yang paling besar paus biru. Saking luasnya, masih banyak bagian bumi yang belum terjamah. via: animalmozo.com Misteri dalamnya laut dan segitiga bermuda saja belum terpecahkan. Tak hanya itu, ternyata masih banyak spesies binatang yang baru saja ditemukan dan kurang diekspos karena jumlahnya terlalu sedikit. Yuk, dilihat! The goblin shark | via: animalmozo.com The Goblin Shark . Jika goblin benar-benar nyata, mungkin kamu akan merasa itu adalah makhluk yang aneh. Namun, bagaimana dengan perpaduan antara goblin dan hiu? Mimpi buruk! The Goblin Shark hidup di kedalaman lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut. Jadi, kita takkan mendapatkan masalah selama tak menyelam terlalu dalam. The panda ant| via: animalmozo.com The Panda Ant . Jangan salah, sebenarnya ini adalah lebah betina tanpa sayap, loh! Lebah memang memiliki banyak spesoes. Leb...

Android N Bakal Meluncur Juni 2016

Android 6.1, yang merupakan kelanjutan dari seri Marshmallow, diprediksi bakal meluncur pada Juni 2016 mendatang. Salah satu fitur andalannya adalah menambahkan kemampuan split screen pada gadget. Timeline yang dimaksud bertepatan dengan ajang Google I/O yang memang diselenggarakan setiap tahun. Namun belum jelas apa nama yang akan digunakan, apakah tetap Marshmallow atau berlanjut ke nama baru berawalan huruf "N". Seperti dilansir dari Phone Arena, Kamis (17/12/2015), rumor mengenai adanya fitur split screen diketahui dari tim Pixel C yang hadir di acara Ask Me Anything (AMA) milik Reddit. Saat itu, Director for Consumer Hardware Google, Andrew owers menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan Android N. Tepatnya, saat ini mereka mengerjakan pengembangan fitur split screen. Kendati demikian ada sejumlah rumor lain yang bertentangan dan berasumsi bahwa Android 6.1 akan tetap mencatut nama Marshmallow. Seperti diketahui, sepanjang riwayat Android, Google selalu me...

Kepala Buddha Ini Menyatu dengan Akar Pohon

Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Sebuah kepala patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung ini menjadi daya tarik tersendiri karena tidak ditemukan sisa bagian tubuh di sekitar pohon. (REUTERS/Jorge Silva) Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand Ayutthaya (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Bulan purnama terbit di belakang candi Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Kerajaan Ayutthaya terkenal dengan harta karun yang berlimpah dan memiliki banyak arca dan patung-patung Buddha. (REUTERS/Jorge Silva)