Skip to main content

IniGame Bercita-cita Membangun “Ekosistem Gamer” di Indonesia


Lahir dari program inkubasi Skystar Ventures, cabang inkubator UMN, IniGame adalah portal media yang mengupas segala macam hal mengenai industri game.

Lebih dari sekedar menyajikan informasi, IniGame yang beralamat di IniGame.id bercita-cita menciptakan ekosistem gamer yang terintegrasi di Indonesia.

Caranya adalah dengan menyertakan fitur e-commerce, game merchandising, forum, serta tak lupa melakukan riset pasar.

"Hal ini memungkinkan para pelaku industri game seperti publisher, developer, vendor dan para pemain game bisa berinteraksi satu dengan lain tanpa batas," kata CEO IniGame, Alvian Dimas.

Tentu, sebagai medium publikasi, IniGame juga berkesempatan mengangkat pengembang game agar produknya lebih dikenal masyarakat luas. Ini pula yang hendak dimanfaatkan oleh IniGame.

"Developer game banyak, gamers banyak tapi yang membuat terkenal sedikit, karena itu kami disini melihat peluang bagaimana untuk membuat media untuk game," ujar Alvian.

Belajar dari SkyStar

IniGame sendiri telah eksis selama 2 tahun. Startup yang turut digawangi oleh Vincent Suryaputra, Calvin Ben Hardi, Andreas Angga, Fabianto, dan Alvin Josef ini banyak memperoleh bimbingan dari SkyStar Ventures.

“Para praktisi dan dosen untuk konsultasi dalam inkubator bisnis Skystar Ventures memberikan banyak pengetahuan yang tidak didapatkan selama kuliah,” terang Alvian.

Beberapa pengetahuan yang diperolehnya antara lain berkaitan dengan menajemen bisnis, termasuk dalam mengelola sebuah situs web.

Kini, IniGame telah mulai menuai hasil. Situs ini menempati posisi ke-4 media game terbesar di Indonesia berdasarkan Alexa Ranking, dengan angka kunjungan mencapai 1.000 per hari.

Bulan Oktober lalu, IniGame juga berhasil mendapatkan dana hibah senilai 250 juta dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Pihak Kemenristek ketika itu tertarik dengan format gabungan media dan e-commerce yang diusung oleh IniGame dan menyarankan agar sebagian besar dana hibah dipakai untuk mengembangkan aspek e-commerce.

Comments

Popular posts from this blog

7 Hewan Langka yang Jarang Sekali Terlihat

Bumi merupakan tempat yang luas untuk menampung segala jenis makhluk hidup. Dari mulai si kasat mata amoeba, hingga paus biru yang paling besar paus biru. Saking luasnya, masih banyak bagian bumi yang belum terjamah. via: animalmozo.com Misteri dalamnya laut dan segitiga bermuda saja belum terpecahkan. Tak hanya itu, ternyata masih banyak spesies binatang yang baru saja ditemukan dan kurang diekspos karena jumlahnya terlalu sedikit. Yuk, dilihat! The goblin shark | via: animalmozo.com The Goblin Shark . Jika goblin benar-benar nyata, mungkin kamu akan merasa itu adalah makhluk yang aneh. Namun, bagaimana dengan perpaduan antara goblin dan hiu? Mimpi buruk! The Goblin Shark hidup di kedalaman lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut. Jadi, kita takkan mendapatkan masalah selama tak menyelam terlalu dalam. The panda ant| via: animalmozo.com The Panda Ant . Jangan salah, sebenarnya ini adalah lebah betina tanpa sayap, loh! Lebah memang memiliki banyak spesoes. Leb...

Android N Bakal Meluncur Juni 2016

Android 6.1, yang merupakan kelanjutan dari seri Marshmallow, diprediksi bakal meluncur pada Juni 2016 mendatang. Salah satu fitur andalannya adalah menambahkan kemampuan split screen pada gadget. Timeline yang dimaksud bertepatan dengan ajang Google I/O yang memang diselenggarakan setiap tahun. Namun belum jelas apa nama yang akan digunakan, apakah tetap Marshmallow atau berlanjut ke nama baru berawalan huruf "N". Seperti dilansir dari Phone Arena, Kamis (17/12/2015), rumor mengenai adanya fitur split screen diketahui dari tim Pixel C yang hadir di acara Ask Me Anything (AMA) milik Reddit. Saat itu, Director for Consumer Hardware Google, Andrew owers menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan Android N. Tepatnya, saat ini mereka mengerjakan pengembangan fitur split screen. Kendati demikian ada sejumlah rumor lain yang bertentangan dan berasumsi bahwa Android 6.1 akan tetap mencatut nama Marshmallow. Seperti diketahui, sepanjang riwayat Android, Google selalu me...

Kepala Buddha Ini Menyatu dengan Akar Pohon

Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Sebuah kepala patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung ini menjadi daya tarik tersendiri karena tidak ditemukan sisa bagian tubuh di sekitar pohon. (REUTERS/Jorge Silva) Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand Ayutthaya (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Bulan purnama terbit di belakang candi Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Kerajaan Ayutthaya terkenal dengan harta karun yang berlimpah dan memiliki banyak arca dan patung-patung Buddha. (REUTERS/Jorge Silva)