Skip to main content

Dengan GoArchipelago, Wisata Bisa Sambil Beraktivitas Sosial


Google Launchpad Week memunculkan berbagai startup tahap awal dengan ide yang menarik untuk disimak. Salah satu dari 13 startup yang cukup menarik perhatian adalah GoArchipelago.

Jika melihat namanya, sebagian dari kamu pasti bisa menebak bahwa perusahaan rintisan digital yang satu ini tidak jauh dari konsep traveling atau perjalanan.

Ya, kamu tidak salah karena GoArchipelago merupakan marketplace yang menyediakan berbagai paket perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia.

Hanya saja, ia memiliki satu pembeda dibandingkan perusahaan sejenis. GoArchipelago menawarkan paket perjalanan wisata sambil melakukan kegiatan sosial bagi penduduk lokal.

"Sebenarnya kita marketplace, tapi paket wisatanya punya kontribusi sosial untuk masyarakat lokal," ujar Bening Rara, Chief Promotion & Host Engagement GoArchipelago di sela-sela ajang Google Launchpad Week, Jumat (13/11/2015).

Bening menyatakan bahwa GoArchipelago berupaya untuk mengangkat pengalaman dan budaya lokal dalam setiap paket perjalannya. Setiap perjalanan diharapkan mampu membangun interaksi antara si turis dengan penduduk lokal.

"Bahkan, sampai ada juga yang menginap di rumah orang lokalnya," katanya.

Selain dekat dengan penduduk lokal, seperti apa bentuk perjalanan sosial yang dimaksud? Menurut Bening, salah satu contohnya, si turis bisa saja ikut mengajar di salah satu daerah. Paket perjalanan ke salah satu daerah di Kalimantan dari Archipelago memang mengajak turis untuk menjadi guru sehari.

Ada juga paket yang mengajak turis untuk membantu proses produksi mainan lokal di Yogyakarta. Nantinya, selain bisa membawa pulang mainan hasil produksi tersebut, turis juga bisa ikut menyadarkan para pengrajin lokal bahwa minat dunia terhadap mainan tersebut masih cukup besar.

Selain itu, GoArchipelago juga menyediakan paket wisata biasa, ditambah dengan donasi. Paket ini ditujukan bagi yang tidak ingin melakukan aktivitas sosial, tetapi tetap ingin menyumbangkan uang untuk daerah tertentu.

"Ada yang cuma ingin berlibur untuk dapat foto-foto agar bisa diunggah ke Instagram. Kita juga ada paketnya, tapi harga yang mereka bayar akan kita ambil beberapa untuk diberikan ke masyarakat untuk mengembangkan pendidikan, contohnya," tutur Bening.

Kebanyakan paket wisata yang ditawarkan dibuat langsung oleh penduduk lokal di daerah tujuan. GoArchipelago memang sengaja membiarkan penduduk lokal yang membuat paket karena tentunya penduduk sekitar yang mengenal potensi wilayahnya masing-masing.

Hal tersebut juga dilakukan untuk membuat penduduk lokal sadar akan potensi ekonomi dari daerahnya tinggal.

Hingga saat ini, GoArchipelago menawarkan 21 lokasi detinasi wisata, dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Lombok, hingga ke Rote. Paket wisata tersebut belum sampai ke ujung timur Indonesia karena, masih menurut Bening, memiliki banderol harga yang sangat tinggi.

Ada 25 paket wisata yang sudah ditawarkan oleh GoArchipelago melalui situsnya. Sayangnya, hingga saat ini, baru tiga grup yang membeli paket perjalanan tersebut.

Bukan karena paket perjalanannya yang tidak menarik, tetapi kebanyakan dari pengunjung situs tersebut masih cukup ragu untuk membeli salah satu paket.

Akan tetapi, jika saja GoArchipelago berhasil mengatasi masalah tersebut, bukan tidak mungkin perusahaan rintisan digital ini mampu menjadi besar. Nilai tambahnya lagi, ia bisa membantu mempromosikan Indonesia ke dunia luar.

Untuk ke depannya, GoArchipelago ingin terus mempercantik situs miliknya agar banyak orang ingin mampir ke situs tersebut.

"Setelah itu, ingin membuat aplikasi untuk mobile," pungkas Bening.

Comments

Popular posts from this blog

7 Hewan Langka yang Jarang Sekali Terlihat

Bumi merupakan tempat yang luas untuk menampung segala jenis makhluk hidup. Dari mulai si kasat mata amoeba, hingga paus biru yang paling besar paus biru. Saking luasnya, masih banyak bagian bumi yang belum terjamah. via: animalmozo.com Misteri dalamnya laut dan segitiga bermuda saja belum terpecahkan. Tak hanya itu, ternyata masih banyak spesies binatang yang baru saja ditemukan dan kurang diekspos karena jumlahnya terlalu sedikit. Yuk, dilihat! The goblin shark | via: animalmozo.com The Goblin Shark . Jika goblin benar-benar nyata, mungkin kamu akan merasa itu adalah makhluk yang aneh. Namun, bagaimana dengan perpaduan antara goblin dan hiu? Mimpi buruk! The Goblin Shark hidup di kedalaman lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut. Jadi, kita takkan mendapatkan masalah selama tak menyelam terlalu dalam. The panda ant| via: animalmozo.com The Panda Ant . Jangan salah, sebenarnya ini adalah lebah betina tanpa sayap, loh! Lebah memang memiliki banyak spesoes. Leb...

Android N Bakal Meluncur Juni 2016

Android 6.1, yang merupakan kelanjutan dari seri Marshmallow, diprediksi bakal meluncur pada Juni 2016 mendatang. Salah satu fitur andalannya adalah menambahkan kemampuan split screen pada gadget. Timeline yang dimaksud bertepatan dengan ajang Google I/O yang memang diselenggarakan setiap tahun. Namun belum jelas apa nama yang akan digunakan, apakah tetap Marshmallow atau berlanjut ke nama baru berawalan huruf "N". Seperti dilansir dari Phone Arena, Kamis (17/12/2015), rumor mengenai adanya fitur split screen diketahui dari tim Pixel C yang hadir di acara Ask Me Anything (AMA) milik Reddit. Saat itu, Director for Consumer Hardware Google, Andrew owers menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan Android N. Tepatnya, saat ini mereka mengerjakan pengembangan fitur split screen. Kendati demikian ada sejumlah rumor lain yang bertentangan dan berasumsi bahwa Android 6.1 akan tetap mencatut nama Marshmallow. Seperti diketahui, sepanjang riwayat Android, Google selalu me...

Kepala Buddha Ini Menyatu dengan Akar Pohon

Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Sebuah kepala patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Patung ini menjadi daya tarik tersendiri karena tidak ditemukan sisa bagian tubuh di sekitar pohon. (REUTERS/Jorge Silva) Wajah patung Buddha terlihat di antara akar pohon di kuil Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand Ayutthaya (25/12/2015). Patung kepala Buddha ini telah ada sejak Kerajaan Ayutthaya runtuh akhir abad ke-18. (REUTERS/Jorge Silva) Bulan purnama terbit di belakang candi Wat Mahathat, Ayutthaya, Thailand (25/12/2015). Kerajaan Ayutthaya terkenal dengan harta karun yang berlimpah dan memiliki banyak arca dan patung-patung Buddha. (REUTERS/Jorge Silva)