Skip to main content

Begini Cara Hapus "Malware" di Komputer Dell


Dell akhirnya merilis panduan untuk menghapus sertifikat digital eDellRoot yang pre-install di sejumlah komputer buatannya. Sertifikat itu disebut-sebut sebagai alat yang berbahaya dan mudah dieksploitasi serangan cyber layaknya "malware".

Perusahaan komputer tersebut mengatakan sertifikat ini sebenarnya dipasang sebagai alat pendukung program layanan pelanggan. Fungsinya sebagai tag yang membuat pelayanan bisa dilakukan lebih cepat.

Sayangnya, sertifikat tersebut menjadi titik lemah yang bisa dimanfaatkan peretas untuk menjebol keamanan komputer. Meski begitu, Dell menegaskan bahwa sertifikat itu bukanlah sebuah malware, melainkan hanya sebagai alat identifikasi saja.

"Sertifikat tersebut bukan malware atau adware. Fungsinya sebagai tag layanan servis online sehingga kami bisa mengetahui model komputer dengan cepat. Tak ada informasi pribadi yang dikumpulkan melalui sertifikat itu," terang Chief Blogger Dell, Laura P. Thomas.

Seperti dikutip dari situs resmi Dell, Rabu (25/11/2015), kini mereka juga telah merilis panduan menghapus sertifikat eDellRoot serta berjanji segera merilis software otomatis yang jadi solusinya.

Berikut ini panduan untuk menghapus sertifikat tersebut.

1. Buka Task Manager di komputer dan pilih kolom "Services". Selanjutnya dari kolom tersebut pilih "Open Services" yang terletak di bagian paling bawah.

2. Carilah "Dell Foundation Service" dan pilih item tersebut. Kemudian klik "Stop the service".

3. Berikutnya masuk ke File Explorer untuk menemukan alamat ini: "c:\Program Files\Dell\Dell Foundation Services".

3. Hapus data bernama "Dell.Foundation.Agent.Plugins.eDell.dll". Abaikan peringatan yang muncul saat berusaha menghapus data tersebut.

4. Tekan tombol Windows di keyboard, masukan "certmgr.msc" dalam kolom pencarian dan tekan enter. Setelah menemukannya, pengguna akan diminta mengizinkan program tersebut melakukan perubahan di komputer. Pilih "Yes".

5. Setelah halaman certificate manager terbuka, klik dua kali di "Trusted Root Certification Authorities" pada panel sisi kiri, serta klik dua kali di folder "Certificates".

6. Pilihlah sertifikat eDellRoot yang ditampilkan di panel sisi kanan. Hapus data tersebut. Pastikan hanya sertifikat eDellRoot saja yang dihapus, karena menghapus sertifikat lain akan merusak sistem.

7. Setelah dihapus, maka eDellRoot sudah dihilangkan dari dalam halaman "certificate manager" itu.

8. Terakhir kembali ke halaman layanan, serta pilih Dell Foundation Services kemudian klik "Start the Service".

9. Sekarang sertifikat tersebut sudah dihapus dengan aman.

Comments

Popular posts from this blog

Dilarang Beroperasi Kemenhub, Ini Tanggapan GrabTaxi

Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara tegas melarang pengoperasian ojek online atau layanan kendaraan online sejenis lainnya. Larangan tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun, karena ojek online tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan peraturan perundang-undangan turunannya, yang merupakan dasar hukum penyelenggaraan angkutan orang dan angkutan barang. Terkait pelarangan ini, GrabTaxi Holdings, salah satu pemain di layanan ini, angkat bicara. "Aplikasi layanan transportasi online merupakan industri dan model bisnis baru yang tengah berkembang. Kami percaya bahwa penting bagi perusahaan penyedia apikasi layanan transportasi online untuk berkolaborasi bersama dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait untuk bersama mengatasi tuntutan akan layanan transportasi yang semakin bertumbuh, dan mendukung transformasi sistem transportasi di...

Android N Bakal Meluncur Juni 2016

Android 6.1, yang merupakan kelanjutan dari seri Marshmallow, diprediksi bakal meluncur pada Juni 2016 mendatang. Salah satu fitur andalannya adalah menambahkan kemampuan split screen pada gadget. Timeline yang dimaksud bertepatan dengan ajang Google I/O yang memang diselenggarakan setiap tahun. Namun belum jelas apa nama yang akan digunakan, apakah tetap Marshmallow atau berlanjut ke nama baru berawalan huruf "N". Seperti dilansir dari Phone Arena, Kamis (17/12/2015), rumor mengenai adanya fitur split screen diketahui dari tim Pixel C yang hadir di acara Ask Me Anything (AMA) milik Reddit. Saat itu, Director for Consumer Hardware Google, Andrew owers menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan Android N. Tepatnya, saat ini mereka mengerjakan pengembangan fitur split screen. Kendati demikian ada sejumlah rumor lain yang bertentangan dan berasumsi bahwa Android 6.1 akan tetap mencatut nama Marshmallow. Seperti diketahui, sepanjang riwayat Android, Google selalu me...

Inilah 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Majalah Forbes 2015

Inilah 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Majalah Forbes 2015,siapa saja mereka? Budi Hartono menjadi orang terkaya urutan pertama di Indonesia dan ke-142 di dunia, Jumlah kekayaannya mencapai 112,5 triliun rupiah, Pemegang saham terbesar Bank BCA dan Pemilik dari PT Djarum tak salah menjadi orang terkaya di Indonesia (penulispro.com) Michael Hartono adalah kakak kandung dari Budi Hartono, Ia berada dibawah satu level dari kekayaan adiknya. Michael mempunyai kekayaan sebesar 108,75 triliun rupiah. Kekayaannya sama - sama berasal dari BCA dan Djarum. (www.selasar.com) Susilo Wonowidjojo adalah pendiri perusahaan besar di Indonesia yang bernama Gudang Garam. Salah satu tokoh pebisnis terkenal ini menempati urutan kedua orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan senilai USD 5,5 miliar/Rp 74 triliun. (forbes.com) Anthony Salim atau yang biasa dikenal dengan nama Liem Hong Sien adalah CEO Group Salim. Ia mendapat peringkat ketiga orang terkaya di Indonesia ...