Skip to main content

Cerita Phuc Dat Bich Membohongi Facebook dan Dunia


Pertengahan bulan ini, nasib sial seorang pria Australia keturunan Vietnam ramai menjadi bahan pemberitaan internet.

Dia mengeluh mengalami diskriminasi di Facebook lantaran terlahir dengan nama yang terdengar aneh sekaligus menyerupai bunyi kata-kata kotor dalam bahasa Inggris: Phuc Dat Bich.

Gara-gara itu, Phuc mengaku akun Facebook miliknya berkali-kali ditutup. Dia dituduh sengaja memalsukan nama. Padahal, kata pria 23 tahun ini, nama tersebut sungguh merupakan pemberian orang tuanya.

“Saya terganggu sekali tak ada yang percaya saat saya sebutkan nama saya yang sebenarnya. Saya tersinggung nama itu dibilang palsu dan menyesatkan,” keluh Phuc dalam sebuah posting bertanggal 27 Januari yang dibubuhi foto paspornya sebagai bukti kesahihan identitas.

Uneg-uneg tersebut memang sudah lama disuarakan, namun baru belakangan ini saja menarik perhatian netizen dan ramai diperbincangkan, termasuk oleh berbagai outlet berita ternama di seluruh dunia.

Cerita Phuc menuai simpati. Puluhan ribu orang mengikuti posting publiknya, sementara ratusan orang lain memberikan komentar suportif.

Terhitung pula ratusan ribu jumlah like dan share atas posting berisi keluhan terhadap Facebook itu. Dia pun menyatakan berterima kasih atas semua atensi yang diberikan.

“Kita hidup dalam masyarakat yang beragam dari berbagai macam budaya. Saya benar-benar senang ada banyak orang yang mendukung dan menyemangati,” katanya dalam sebuah posting, Senin (23/11/2015) lalu.

Tapi setelah itu dia membeberkan sesuatu yang benar-benar bikin gondok.

Benar-benar bohong

“Apa Anda ingat dengan cerita The Boy Who Cried Wolf?” tanya Phuc dalam posting susulan, mengacu pada kisah soal anak lelaki penggembala yang berbohong bahwa kawanan dombanya diserang serigala.

Lantaran pernah berbohong, tak ada yang percaya ketika dia benar-benar butuh pertolongan. Semua orang mengira si anak bohong lagi.

“Bayangkan anak lelaki tersebut tumbuh besar jadi orang iseng dengan segala teknologi abad ke-21 di ujung jarinya,” lanjut Phuc.

Itulah yang telah dilakukan oleh Phuc: membohongi orang di seluruh dunia. Dia menciptakan sebuah hoax besar. Nama Phuc Dat Bich ternyata benar-benar bohongan seperti diduga sebelumnya.

Seorang teman lama, sebagaimana dirangkum Nextren dari Mashable (26/11/2015), memberitahukan bahwa nama asli Phuc Dat Bich adalah Thien Nguyen.

“Saya bersekolah di Deer Park Secondary College dengan dia,” kata sang teman sambil menyertakan bukti berupa foto Thien di buku tahunan.

Sebuah mobil yang dipajang di laman Facebook Phuc Dat Bich ternyata juga pernah terkait dengan nama Thien, sebelum akhirnya dijual ke orang lain.

Bukti untuk Facebook

Buat apa Thien alias Phuc Dat Bich berbohong? Dia berkata hanya ingin membuktikan bahwa Facebook selalu bisa dikadali oleh orang yang memang ingin menyembunyikan identitas, entah sekedar iseng atau karena sebab lain.

“Facebook mesti paham bahwa mustahil mengatur tempat yang bakal selalu direcoki oleh penipu dan pembohong,” ujarnya. “Orang-orang harus dibebaskan memakai nama apapun yang mereka mau.”

Facebook memang menerapkan kebijakan “Real Name Policy” yang mengharuskan pengguna layanannya mencantumkan nama asli kalau tidak mau diblokir.

Namun jejaring sosial ini kadang salah sasaran, seperti dialami oleh seorang perempuan bernama “Isis” yang sempat dikira sebagai simpatisan teroris. Seperti Thien, sang perempuan antara lain berusaha membuktikan identitasnya lewat foto paspor.

Bedanya, dalam kasus Thien, foto paspor dimaksudkan bukan untuk membuktikan keaslian identitas, namun untuk menipu pihak Facebook.

Thien sendiri sengaja tak pernah menjawab pertanyaan dari jurnalis yang coba mengontaknya. Mungkin karena capek ditanyai, dia lantas membuka kedok lewat posting di atas, pada Rabu (25/11/2015).

Paspor Thien kemungkinan diubah untuk menampilkan nama palsu, entah dengan software pengolah gambar atau alat lain. Hal ini termasuk tindak kriminal, kalau benar terbukti dilakukan.

Akun "Phuc Dat Bich" masih bisa diakses pada Rabu (25/11/2015) malam, tapi sudah raib keesokan harinya.

The Boy Who Cried Wolf

Lantaran berhasil menipu Facebook dan berbagai outlet berita ternama, Thien mengaku tidak bisa percaya lagi pada media.

Tapi dia menyatakan senang bahwa, paling tidak, kasusnya bisa meningkatkan perhatian publik terhadap perbenturan budaya yang bisa mengundang konflik -contohnya dalam hal ini kemiripan ejaan nama orang Vietnam dengan makian dalam bahasa Inggris.

Apakah ucapannya itu benar-benar tulus atau hanya merupakan dalih agar tak terlalu tampak buruk setelah membuat gondok orang-orang di seluruh dunia?

Kepada The Guardian, Thien menolak verifikasi dan hanya ingin dipanggil “Mr. T”. Dia mengaku tinggal di kota Melbourne, Australia. Benarkah begitu? Jangan-jangan nama “Thien” pun hanya rekaan saja?

Entahlah, seperti kata Thien sendiri -atau siapapun jati diri sebenarnya-, dia telah menjelma jadi anak lelaki dalam kisah The Boy Who Cried Wolf.

Begitu ketahuan berbohong, apalagi kepada mereka yang berniat baik, sulit bagi orang lain untuk percaya lagi, mirip-mirip pepatah “sekali lancung ke ujian” itu. Mungkin Facebook juga akan lebih susah diyakinkan apabila ada pengguna lain yang benar-benar bermasalah dengan nama asli.

Pun demikian, Thien ada benarnya juga. “Ini menunjukkan bahwa orang biasa seperti saya pun bisa dengan mudah menipu,” katanya. Dia sudah membuka kedok, tapi ada berapa “Thien” lain di luar sana yang belum ketahuan atau sedang berniat buruk?

Memang, sebaiknya jangan langsung percaya dengan apapun yang beredar di internet.

Comments

Popular posts from this blog

Dilarang Beroperasi Kemenhub, Ini Tanggapan GrabTaxi

Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara tegas melarang pengoperasian ojek online atau layanan kendaraan online sejenis lainnya. Larangan tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun, karena ojek online tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan peraturan perundang-undangan turunannya, yang merupakan dasar hukum penyelenggaraan angkutan orang dan angkutan barang. Terkait pelarangan ini, GrabTaxi Holdings, salah satu pemain di layanan ini, angkat bicara. "Aplikasi layanan transportasi online merupakan industri dan model bisnis baru yang tengah berkembang. Kami percaya bahwa penting bagi perusahaan penyedia apikasi layanan transportasi online untuk berkolaborasi bersama dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait untuk bersama mengatasi tuntutan akan layanan transportasi yang semakin bertumbuh, dan mendukung transformasi sistem transportasi di...

Android N Bakal Meluncur Juni 2016

Android 6.1, yang merupakan kelanjutan dari seri Marshmallow, diprediksi bakal meluncur pada Juni 2016 mendatang. Salah satu fitur andalannya adalah menambahkan kemampuan split screen pada gadget. Timeline yang dimaksud bertepatan dengan ajang Google I/O yang memang diselenggarakan setiap tahun. Namun belum jelas apa nama yang akan digunakan, apakah tetap Marshmallow atau berlanjut ke nama baru berawalan huruf "N". Seperti dilansir dari Phone Arena, Kamis (17/12/2015), rumor mengenai adanya fitur split screen diketahui dari tim Pixel C yang hadir di acara Ask Me Anything (AMA) milik Reddit. Saat itu, Director for Consumer Hardware Google, Andrew owers menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan Android N. Tepatnya, saat ini mereka mengerjakan pengembangan fitur split screen. Kendati demikian ada sejumlah rumor lain yang bertentangan dan berasumsi bahwa Android 6.1 akan tetap mencatut nama Marshmallow. Seperti diketahui, sepanjang riwayat Android, Google selalu me...

Inilah 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Majalah Forbes 2015

Inilah 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Majalah Forbes 2015,siapa saja mereka? Budi Hartono menjadi orang terkaya urutan pertama di Indonesia dan ke-142 di dunia, Jumlah kekayaannya mencapai 112,5 triliun rupiah, Pemegang saham terbesar Bank BCA dan Pemilik dari PT Djarum tak salah menjadi orang terkaya di Indonesia (penulispro.com) Michael Hartono adalah kakak kandung dari Budi Hartono, Ia berada dibawah satu level dari kekayaan adiknya. Michael mempunyai kekayaan sebesar 108,75 triliun rupiah. Kekayaannya sama - sama berasal dari BCA dan Djarum. (www.selasar.com) Susilo Wonowidjojo adalah pendiri perusahaan besar di Indonesia yang bernama Gudang Garam. Salah satu tokoh pebisnis terkenal ini menempati urutan kedua orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan senilai USD 5,5 miliar/Rp 74 triliun. (forbes.com) Anthony Salim atau yang biasa dikenal dengan nama Liem Hong Sien adalah CEO Group Salim. Ia mendapat peringkat ketiga orang terkaya di Indonesia ...