Skip to main content

Simulator Jet Tempur China Ternyata Pakai Windows Usang


Unit simulator pesawat tempur China, Shenyang J-11, ternyata dijalankan memakai sistem operasi WIndows XP yang sudah usang. Hal tersebut diketahui dari foto yang beredar di dunia maya.

Foto dengan watermark situs berita militer China, military.cnr.cn tersebut menampilkan seorang kru yang duduk di kokpit simulator pesawat, dan kru lain yang menjadi operator simulator.

Di meja operator, nampak 5 monitor berjejer di atas meja, dua di antaranya menampilkan desktop background khas Windows XP, yaitu padang rumput hijau dengan langit biru berawan putih.

Foto tersebut dikenal dengan nama Bliss di sistem operasi Microsoft Windows XP.



J-11 Shenyang (NATO: Flanker B+) adalah pesawat tempur buatan China dengan airframe yang dibangun berdasar jet tempur Rusia, Sukhoi Su-27 (NATO: Flanker).

Adapun Windows XP merupakan sistem operasi tua yang sudah beredar selama belasan tahun sejak pertama dirilis pada 2001 silam.

Microsoft selaku empunya Windwos XP telah menghentikan update keamanan untuk sistem operasi tersebut pada April 2014 lalu, namun OS populer ini kadung dipakai banyak perangkat militer, termasuk milik China.

Selain menjadi software untuk simulator pesawat tempur, Windows XP juga masih diandalkan oleh Angkatan Laut AS (US Navy).

Angkatan Laut AS diberitakan rela merogoh kocek hingga 9,1 juta dollar AS atau setara Rp 121 miliar untuk membayar Microsoft agar mau memberikan dukungan teknis. Duit sejumlah itu digelontorkan demi memakai sistem operasi berumur 14 tahun ini.

Comments

Popular posts from this blog

Android N Bakal Meluncur Juni 2016

Android 6.1, yang merupakan kelanjutan dari seri Marshmallow, diprediksi bakal meluncur pada Juni 2016 mendatang. Salah satu fitur andalannya adalah menambahkan kemampuan split screen pada gadget. Timeline yang dimaksud bertepatan dengan ajang Google I/O yang memang diselenggarakan setiap tahun. Namun belum jelas apa nama yang akan digunakan, apakah tetap Marshmallow atau berlanjut ke nama baru berawalan huruf "N". Seperti dilansir dari Phone Arena, Kamis (17/12/2015), rumor mengenai adanya fitur split screen diketahui dari tim Pixel C yang hadir di acara Ask Me Anything (AMA) milik Reddit. Saat itu, Director for Consumer Hardware Google, Andrew owers menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan Android N. Tepatnya, saat ini mereka mengerjakan pengembangan fitur split screen. Kendati demikian ada sejumlah rumor lain yang bertentangan dan berasumsi bahwa Android 6.1 akan tetap mencatut nama Marshmallow. Seperti diketahui, sepanjang riwayat Android, Google selalu me...

Diskon Palsu Merusak Kepercayaan pada E-commerce

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) mestinya jadi ajang penjual online mempromosikan diri ke konsumennya. Sayangnya, ada saja oknum yang malah memanfaatkannya untuk memberi diskon palsu. Soal diskon palsu ini terlihat di sejumlah situs e-commerce, antara lain Lazada, Mataharimall, serta Bukalapak. Disebut palsu karena harga yang didiskon ternyata malah sama dengan harga normal, bahkan bisa lebih mahal. Bila ditelisik lebih teliti, memang di masing-masing situs itu masih banyak diskon lain yang wajar serta menguntungkan pembeli. Namun diskon palsu di situs belanja online, dikatakan oleh Chairman Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) Daniel Tumiwa, berdampak negatif pada sentimen terhadap usaha e-commerce secara umum. Pasalnya selama ini e-commerce tumbuh di atas kepercayaan konsumen terhadap penjual online. Diskon palsu justru berpotensi membuat pelanggan kembali jadi ragu. "(Diskon palsu) efeknya besar, yaitu kepercayaan jadi menurun. Padahal semua sama-sama lagi be...

Dilarang Beroperasi Kemenhub, Ini Tanggapan GrabTaxi

Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara tegas melarang pengoperasian ojek online atau layanan kendaraan online sejenis lainnya. Larangan tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun, karena ojek online tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan peraturan perundang-undangan turunannya, yang merupakan dasar hukum penyelenggaraan angkutan orang dan angkutan barang. Terkait pelarangan ini, GrabTaxi Holdings, salah satu pemain di layanan ini, angkat bicara. "Aplikasi layanan transportasi online merupakan industri dan model bisnis baru yang tengah berkembang. Kami percaya bahwa penting bagi perusahaan penyedia apikasi layanan transportasi online untuk berkolaborasi bersama dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait untuk bersama mengatasi tuntutan akan layanan transportasi yang semakin bertumbuh, dan mendukung transformasi sistem transportasi di...