Skip to main content

Bukan Gadget, Inilah yang Diinginkan Pria Saat Natal


Salah satu kebiasaan yang dilakukan ketika Natal adalah bertukar kado. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan orang terdekat, seperti keluarga atau kekasih.

Untuk itu, ketika menjelang Natal seperti saat ini, tidak sedikit orang mulai memikirkan atau mencari kado yang sesuai untuk orang-orang terdekat.

Namun, tidak jarang kita merasa bingung atas pilihan kado yang akan diberikannya. Mulai dari bingung menentukan barang apa yang paling pas untuk orang yang dituju sampai tidak tahu kesukaan orang yang ingin diberi.

Oleh karena itu, siapa tahu hasil survei dari Rakuten ini dapat membantu. Survei yang dilakukan oleh Rakuten dengan melibatkan 500 responden di Indonesia ini menemukan bahwa pria dan wanita ternyata memiliki perbedaan dalam hal kado yang diinginkan ketika Natal.

"Untuk pria, hampir dari 22 persen responden tidak menginginkan kado berupa barang berbentuk fisik, seperti gadget atau lainnya," ungkap Yasunobu Hashimoto, saat acara Media Briefing Tren Belanja online Natal dan tahun baru di Jakarta, Kamis kemarin (17/12/2015).

Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil Yas ini mengungkapkan bahwa pria ternyata lebih menginginkan hadiah yang lebih personal, seperti pelukan atau ciuman dari orang terdekat. Ini sedikit berbeda dengan keinginan wanita saat Natal.

"Wanita lebih banyak menginginkan hadiah berupa perjalanan liburan, baru kemudian hadiah yang bersifat personal. Berbeda dengan pria yang menginginkan perjalanan atau liburan setelah mendapatkan hadiah yang lebih personal," kata Hashimoto.

Namun, untuk pilihan hadiah ketiga yang paling diinginkan, baik pria maupun wanita sepakat dengan pilihan hadiah berupa mobil atau tempat tinggal seperti rumah atau apartemen.

Tak hanya itu, Hashimoto juga mengungkapkan bahwa pria dan wanita juga memiliki perbedaan dalam memilih orang yang akan diberi hadiah ketika Natal.

"Tiap responden diberi pertanyaan tentang siapa orang yang dipilih ketika mereka hanya dapat membeli hadiah untuk satu orang saja. Hasilnya menunjukkan bahwa pria lebih memilih memberikan hadiah kepada pasangannya, sementara wanita akan lebih memilih ibunya," pungkas Hashimoto.

Comments

Popular posts from this blog

Android N Bakal Meluncur Juni 2016

Android 6.1, yang merupakan kelanjutan dari seri Marshmallow, diprediksi bakal meluncur pada Juni 2016 mendatang. Salah satu fitur andalannya adalah menambahkan kemampuan split screen pada gadget. Timeline yang dimaksud bertepatan dengan ajang Google I/O yang memang diselenggarakan setiap tahun. Namun belum jelas apa nama yang akan digunakan, apakah tetap Marshmallow atau berlanjut ke nama baru berawalan huruf "N". Seperti dilansir dari Phone Arena, Kamis (17/12/2015), rumor mengenai adanya fitur split screen diketahui dari tim Pixel C yang hadir di acara Ask Me Anything (AMA) milik Reddit. Saat itu, Director for Consumer Hardware Google, Andrew owers menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan Android N. Tepatnya, saat ini mereka mengerjakan pengembangan fitur split screen. Kendati demikian ada sejumlah rumor lain yang bertentangan dan berasumsi bahwa Android 6.1 akan tetap mencatut nama Marshmallow. Seperti diketahui, sepanjang riwayat Android, Google selalu me...

Diskon Palsu Merusak Kepercayaan pada E-commerce

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) mestinya jadi ajang penjual online mempromosikan diri ke konsumennya. Sayangnya, ada saja oknum yang malah memanfaatkannya untuk memberi diskon palsu. Soal diskon palsu ini terlihat di sejumlah situs e-commerce, antara lain Lazada, Mataharimall, serta Bukalapak. Disebut palsu karena harga yang didiskon ternyata malah sama dengan harga normal, bahkan bisa lebih mahal. Bila ditelisik lebih teliti, memang di masing-masing situs itu masih banyak diskon lain yang wajar serta menguntungkan pembeli. Namun diskon palsu di situs belanja online, dikatakan oleh Chairman Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) Daniel Tumiwa, berdampak negatif pada sentimen terhadap usaha e-commerce secara umum. Pasalnya selama ini e-commerce tumbuh di atas kepercayaan konsumen terhadap penjual online. Diskon palsu justru berpotensi membuat pelanggan kembali jadi ragu. "(Diskon palsu) efeknya besar, yaitu kepercayaan jadi menurun. Padahal semua sama-sama lagi be...

Dilarang Beroperasi Kemenhub, Ini Tanggapan GrabTaxi

Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara tegas melarang pengoperasian ojek online atau layanan kendaraan online sejenis lainnya. Larangan tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun, karena ojek online tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan peraturan perundang-undangan turunannya, yang merupakan dasar hukum penyelenggaraan angkutan orang dan angkutan barang. Terkait pelarangan ini, GrabTaxi Holdings, salah satu pemain di layanan ini, angkat bicara. "Aplikasi layanan transportasi online merupakan industri dan model bisnis baru yang tengah berkembang. Kami percaya bahwa penting bagi perusahaan penyedia apikasi layanan transportasi online untuk berkolaborasi bersama dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait untuk bersama mengatasi tuntutan akan layanan transportasi yang semakin bertumbuh, dan mendukung transformasi sistem transportasi di...