Skip to main content

April 2016, Apple Rilis iPhone Mini Baru


Pasar smartphone dengan layar kecil tampaknya masih menarik perhatian Apple. Buktinya, perusahaan asal AS itu dikabarkan akan segera merilis perangkat dengan spesifikasi seperti itu.

Rumor tersebut datang dari situs asal China, MyDrivers. Media ini mengaku, bocoran informasi seputar iPhone berlayar kecil ini didapat langsung dari roadmap yang diperlihatkan oleh operator asal China.

Menurut media tersebut, penggemar produk Apple dikatakan sudah bisa melihat kehadiran dari perangkat itu dalam waktu dekat ini. Seperti dikutip dari BGR, Kamis (24/12/2015), produk yang diduga memiliki nama iPhone 6c ini dikatakan sudah akan dirilis pada April 2016 mendatang.

Uniknya, laporan dari operator China tersebut juga menyebutkan bahwa nama sebenarnya dari perangkat ini adalah iPhone 7c. Akan tetapi, mengingat Apple belum merilis iPhone 7, kemungkinan besar nama yang bakal digunakan adalah iPhone 6c.

Pengenalan iPhone 6c sendiri dikatakan bakal terjadi pada Maret mendatang. Saat itu, selain iPhone 6c, Apple digosipkan bakal memperkenalkan jam tangan pintar generasi keduanya, Watch 2.

Gosip mengenai iPhone 6c memang sudah merebak sepanjang tahun 2015 ini. Meski belum diketahui spesifikasi internalnya, ia dikatakan akan mengusung bentang layar yang sama dengan iPhone 5c, yakni 4 inci.

Layar tersebut dikatakan mini mengingat Apple sudah merilis iPhone berlayar 4,7 inci dan 5,5 inci di seri iPhone 6. Sebelumnya, perusahaan yang berpusat di Cupertino ini memang mengandalkan iPhone berlayar 3,5 inci di awal kehadirannya dan 4 inci di iPhone 5.

Meskipun begitu, ada sedikit perbedaan dengan iPhone 5c. Smartphone baru itu akan menggunakan body berbahan metal, berbeda dari seri sebelumnya yang hadir dengan body plastik. Selain itu, pilihan warna iPhone 6c dikatakan akan lebih banyak dari iPhone 5c.

Seperti biasa, Apple menolak berkomentar terhadap semua rumor mengenai produk yang belum diumumkan.

Comments

Popular posts from this blog

Android N Bakal Meluncur Juni 2016

Android 6.1, yang merupakan kelanjutan dari seri Marshmallow, diprediksi bakal meluncur pada Juni 2016 mendatang. Salah satu fitur andalannya adalah menambahkan kemampuan split screen pada gadget. Timeline yang dimaksud bertepatan dengan ajang Google I/O yang memang diselenggarakan setiap tahun. Namun belum jelas apa nama yang akan digunakan, apakah tetap Marshmallow atau berlanjut ke nama baru berawalan huruf "N". Seperti dilansir dari Phone Arena, Kamis (17/12/2015), rumor mengenai adanya fitur split screen diketahui dari tim Pixel C yang hadir di acara Ask Me Anything (AMA) milik Reddit. Saat itu, Director for Consumer Hardware Google, Andrew owers menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan Android N. Tepatnya, saat ini mereka mengerjakan pengembangan fitur split screen. Kendati demikian ada sejumlah rumor lain yang bertentangan dan berasumsi bahwa Android 6.1 akan tetap mencatut nama Marshmallow. Seperti diketahui, sepanjang riwayat Android, Google selalu me...

Diskon Palsu Merusak Kepercayaan pada E-commerce

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) mestinya jadi ajang penjual online mempromosikan diri ke konsumennya. Sayangnya, ada saja oknum yang malah memanfaatkannya untuk memberi diskon palsu. Soal diskon palsu ini terlihat di sejumlah situs e-commerce, antara lain Lazada, Mataharimall, serta Bukalapak. Disebut palsu karena harga yang didiskon ternyata malah sama dengan harga normal, bahkan bisa lebih mahal. Bila ditelisik lebih teliti, memang di masing-masing situs itu masih banyak diskon lain yang wajar serta menguntungkan pembeli. Namun diskon palsu di situs belanja online, dikatakan oleh Chairman Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) Daniel Tumiwa, berdampak negatif pada sentimen terhadap usaha e-commerce secara umum. Pasalnya selama ini e-commerce tumbuh di atas kepercayaan konsumen terhadap penjual online. Diskon palsu justru berpotensi membuat pelanggan kembali jadi ragu. "(Diskon palsu) efeknya besar, yaitu kepercayaan jadi menurun. Padahal semua sama-sama lagi be...

Dilarang Beroperasi Kemenhub, Ini Tanggapan GrabTaxi

Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara tegas melarang pengoperasian ojek online atau layanan kendaraan online sejenis lainnya. Larangan tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun, karena ojek online tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan peraturan perundang-undangan turunannya, yang merupakan dasar hukum penyelenggaraan angkutan orang dan angkutan barang. Terkait pelarangan ini, GrabTaxi Holdings, salah satu pemain di layanan ini, angkat bicara. "Aplikasi layanan transportasi online merupakan industri dan model bisnis baru yang tengah berkembang. Kami percaya bahwa penting bagi perusahaan penyedia apikasi layanan transportasi online untuk berkolaborasi bersama dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait untuk bersama mengatasi tuntutan akan layanan transportasi yang semakin bertumbuh, dan mendukung transformasi sistem transportasi di...