Skip to main content

Komponis Paling Berpengaruh Beethoven Muncul di Google Doodle

Google Doodle Edisi Beethoven

Ludwig van Beethoven adalah salah satu komposer paling terkenal dan berpengaruh sepanjang masa. Ia terkenal antara lain berkat karyanya 'Sembilan Simfoni', yang juga digambarkan sebagai 'Pilar Peradaban Barat'.

Menurut informasi yang dihimpun dari Mirror, Kamis (17/12/2015), sebetulnya tidak jelas kapan tepatnya Beethoven lahir. Tetapi 17 Desember 2015 menandai ulang tahun ke-245 dari proses pembaptisan dirinya.

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Demikian adalah ungkapan yang tepat untuk disematkan kepada Beethoven lantaran bakat musik yang ia miliki diperoleh dari ayahnya sendiri.

Ayahnya, Johann van Beethoven, adalah guru musik pertamanya, yang merupakan seorang penyanyi. Legenda mengatakan bahwa dia adalah seorang instruktur yang keras, dan Beethoven muda dibuat sering dibuat menangis.

Pada usia sepuluh, ayahnya menarik ia keluar dari sekolah dengan harapan menghasilkan uang dari bakat Beethoven muda. Akibatnya, tulisan tangannya sangat buruk, dan karena itu pula ia berjuang keras untuk membuat keaslian dan kekhasan tanda tangannya.

Saat ia tumbuh dewasa, meski emosi Ludwig kadang meledak-ledak, ia juga bisa berlaku sangat baik dan murah hati kepada teman-temannya.

Yang menyedihkan untuknya, ia kehilangan dua saudara kandungnya, sehingga ia harus bertanggung jawab penuh atas keluarganya sebagai seorang remaja.

Selanjutnya, dua hubungan percintaan yang tak berbalas pernah membuat dirinya 'gila'. Sementara hal itu membuatnya menderita, banyak yang percaya justru hal itu memberinya 'amunisi' secara emosional bagi beberapa karya terbesarnya, seperti 'Für Elise' dan 'Moonlight Sonata'.

Di puncak kariernya, Ludwig mulai kehilangan pendengaran. Ia juga memiliki denyut jantung tidak teratur, yang juga diyakini telah mengilhami sebagian karyanya. Kendati demikian, musik Beethoven memang unggul dan ia memainkan peran penting dalam transisi antara era Klasik dan Romantik dalam dunia musik Barat.

Konon Mozart, yang juga merupakan komponis berpengaruh dunia dari Austria, pernah berkata, "Suatu hari, (anak itu, Beethoven) akan memberikan dunia sesuatu untuk dibicarakan (dikenal banyak orang, memengaruhi dunia.)"

Adapun Google Doodle edisi hari ini didesain oleh desainer Leon Hong, seniman Nate Swinehart, dan insinyur Jonathan Shneier dan Jordan Thompson. Konsep yang diusungnya adalah mengambil bentuk teka-teki musikal dengan animasi, yang mendokumentasikan perjalanan Ludwig ke balai simfoni, setelah lembaran musik karyanya dimakan oleh kuda.

Pemain diminta untuk mengatur lembaran musik tersebut dalam urutan yang benar untuk membuat beberapa karyanya yang paling terkenal, termasuk 'Simfoni Kelima', 'Für Elise', 'Moonlight Sonata', dan 'Simfoni Kesembilan' ('Ode to Joy'). Untuk lebih jelasnya, buka saja laman utama Google.

Comments

Popular posts from this blog

Android N Bakal Meluncur Juni 2016

Android 6.1, yang merupakan kelanjutan dari seri Marshmallow, diprediksi bakal meluncur pada Juni 2016 mendatang. Salah satu fitur andalannya adalah menambahkan kemampuan split screen pada gadget. Timeline yang dimaksud bertepatan dengan ajang Google I/O yang memang diselenggarakan setiap tahun. Namun belum jelas apa nama yang akan digunakan, apakah tetap Marshmallow atau berlanjut ke nama baru berawalan huruf "N". Seperti dilansir dari Phone Arena, Kamis (17/12/2015), rumor mengenai adanya fitur split screen diketahui dari tim Pixel C yang hadir di acara Ask Me Anything (AMA) milik Reddit. Saat itu, Director for Consumer Hardware Google, Andrew owers menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan Android N. Tepatnya, saat ini mereka mengerjakan pengembangan fitur split screen. Kendati demikian ada sejumlah rumor lain yang bertentangan dan berasumsi bahwa Android 6.1 akan tetap mencatut nama Marshmallow. Seperti diketahui, sepanjang riwayat Android, Google selalu me...

Diskon Palsu Merusak Kepercayaan pada E-commerce

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) mestinya jadi ajang penjual online mempromosikan diri ke konsumennya. Sayangnya, ada saja oknum yang malah memanfaatkannya untuk memberi diskon palsu. Soal diskon palsu ini terlihat di sejumlah situs e-commerce, antara lain Lazada, Mataharimall, serta Bukalapak. Disebut palsu karena harga yang didiskon ternyata malah sama dengan harga normal, bahkan bisa lebih mahal. Bila ditelisik lebih teliti, memang di masing-masing situs itu masih banyak diskon lain yang wajar serta menguntungkan pembeli. Namun diskon palsu di situs belanja online, dikatakan oleh Chairman Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) Daniel Tumiwa, berdampak negatif pada sentimen terhadap usaha e-commerce secara umum. Pasalnya selama ini e-commerce tumbuh di atas kepercayaan konsumen terhadap penjual online. Diskon palsu justru berpotensi membuat pelanggan kembali jadi ragu. "(Diskon palsu) efeknya besar, yaitu kepercayaan jadi menurun. Padahal semua sama-sama lagi be...

Dilarang Beroperasi Kemenhub, Ini Tanggapan GrabTaxi

Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara tegas melarang pengoperasian ojek online atau layanan kendaraan online sejenis lainnya. Larangan tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun, karena ojek online tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan peraturan perundang-undangan turunannya, yang merupakan dasar hukum penyelenggaraan angkutan orang dan angkutan barang. Terkait pelarangan ini, GrabTaxi Holdings, salah satu pemain di layanan ini, angkat bicara. "Aplikasi layanan transportasi online merupakan industri dan model bisnis baru yang tengah berkembang. Kami percaya bahwa penting bagi perusahaan penyedia apikasi layanan transportasi online untuk berkolaborasi bersama dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait untuk bersama mengatasi tuntutan akan layanan transportasi yang semakin bertumbuh, dan mendukung transformasi sistem transportasi di...